Senin, 23 Maret 2015

Definisi Penalaran,Proposisi,Inferensi, dan Implikasi,Wujud Evidensi,Cara menguji data,fakta dan autoritas


 
I. Definisi Penalaran
sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi. Contoh saja kalau kita sedang berkendara dan terjebak di derasnya hujan, apakah yang akan kita lakukan?disitulah nalar kita bekerja. mencari sebuah solusi agar kita bisa terhindar dari derasnya hujan dengan cara memikirkan sesuatu yang bisa dipakai untuk berteduh.
  • Ciri – Ciri Penalaran
    Penalaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
    § Adanya suatu pola pikir yang secara luas di sebut logika
    § Sifat analitik dari proses berfikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah – langkah tertentu.
    § Menghasilakan kesimpulan berupa pengetahuan,keputusan atau sikap yang baru.
    § Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah di peroleh.
Tujuan Penalaran
Tujuan dari penalaran yang terjadi diatas tersebut adalah untuk menentukansecara logis atau objektif, apakah yang kita lakukan itu benar atau tidak sehingga dapat dilaksanakan.
Metode Dalam Penalaran
Ada dua jenis metode dalam menalar, yaitu induktif dan deduktif.
• Penalaran Induktif
Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) merupakan proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus.
Contoh penalaran induktif : Kerbau punya mata. Anjing punya mata. Kucing punya mata. Setiap hewan pasti punya mata.
  • Ciri- Ciri Paragraf Induktif :
    • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus.
    • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus.
    • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf.
    • Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas. Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf.
    • Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama.
    • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus.
    • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama.
Jenis-jenis Penalaran Induktif :
  • Generalisasi
    Penalaran yang merupakan yang mengandalakan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
    Contoh :Ade adalah tentara yang mempunyai badan gagah
    Bari adalah tentara yang mempunyai badan gagah
    Generalisasi :Semua tentara mempunyai badan gagah
  •  Analogi (Analogi Induktif)  Dalam analogi, kita membandingkan dua macam hal.Dalam penalaran ini kita hanya memperhatikan persamaannya,tanpa memperhatikan perbedaannya.Jadi,kesimpulan yang didapat didasarkan pada persamaan diantara dua hal yang berbeda. proses penalaran untuk menarik kesimpulan/referensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial penting yang bersamaan.
Tujuan dari penalaran secara analogi yakni :
• Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
• Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan.
• Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi.
Contoh: Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.
  •  Hubungan Sebab Akibat
    Hubungan sebab akibat diambil dengan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta tersebut.
  • Penalaran sebab akibat dapat di bedakan menjadi 3 macam :
    • Hubungan sebab – akibat
    Dalam hubungan ini dikemukakan terlebih dahulu hal-hal yang menjadi sebab, kemudian ditarik kesimpulan yang berupa akibat.
    Contoh : Belajar, berdoa, tekun, dan tidak putus asa adalah hal yang bisa membuat kita berada di puncak kesuksesan
    • Hubungan akibat – sebab
    Dalam hubungan ini dikemukakan terlebih dahulu hal-hal yang menjadi akibat, selanjutnya ditarik kesimpulan yang merupakan sebabnya.
    Contoh : Marak terjadi tindak kriminal di perkotaan seperti, tingkat stres yang tinggi,tawuran antar wilayah dan bunuh diri yang disebabkan kenaikan harga bbm sehingga mengalami kesulitan ekonomi.
    • Hubungan sebab – akibat 1 – akibat 2
    Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama menjadi sebab hingga menimbulkan akibat kedua. Akibat kedua menjadi sebab yang menimbulkan akibat ketiga, dan seterusnya.
• Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif didasarkan pada teori yang berlaku umum tentang hal / gejala. Ditarik kesimpulan hal yang khusus. Merupakan bagian dari hal/gejala tadi. Secara garis besar maka penalaran deduktif adalah bergerak dari hal atau gejala yang khusus menjadi gejala yang khusus.
Jenis-jenis penalaran deduktif :
• Silogisme
Penalaran deduksi biasanya sering digunakan adalah silogisme. Silogisme adala penalaran secara tidak langsung. Dalam silogisme kita terdapat dua premis dan satu premis kesimpulan. Kedua premis itu adalah premis umum/premis mayor dan premis khusus/premis minor. Dari kedua premis tersebut kesimpulan dirumuskan.
• ENTINEM
Entinem adalah silogisme yang dipersingkat, hanya terdiri dari premis khusus dan kesimpulan. Entimen mengandung penyimpulan sebab akibat dari kedua preposisi tersebut, yaitu preposisi khusus (premis khusus) merupakan sebab bagi apa yang terkandung di
dalam preposisi kesimpulan.
Contoh :
• Laptop adalah barang elektronik membutuhkan aliran listrik untuk beroperasi
• DVD Player adalah barang elektronik membutuhkan aliran listrik untuk beroperasi
.
II. Definisi Proposisi
pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan,dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan :
• Berdasarkan bentuk
Berdasarkan bentuk dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
  •  Tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat atau hanya mengandung satu pernyataan.
    Contoh :
    o Semua petani harus bekerja keras.
    o Setiap pemuda adalah calon pemimpin
  •  Majemuk atau jamak adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
    contoh :
    o Semua petani harus bekerja keras dan hemat.
    o Paman bernyanyi dan menari.
• Berdasarkan sifat
Berdasarkan sifat, proporsisi dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
§ Kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak membutuhkan / memerlukan syarat apapun.
Contoh:
o Semua kursi di ruangan ini pasti berwarna coklat.
o Semua daun pasti berwarna hijau.
§ Kondisional adalah proposisi yang membutuhkan syarat tertentu di dalam hubungan subjek dan predikatnya. Proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu: proposisi kondisional hipotesis dan disjungtif.
o Contoh proposisi kondisional:
jika hari mendung maka akan turun hujan
o Contoh proposisi kondisional hipotesis:
Jika harga BBM turun maka rakyat akan bergembira.
o Contoh proposisi kondisional disjungtif:
Christiano ronaldo pemain bola atau bintang iklan.
• Berdasarkan kualitas
Proposisi ini juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
§ Positif (afirmatif)
proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antar subjek dan predikat.
Contoh:
o Semua dokter adalah orang pintar
o Sebagian manusia adalah bersifat sosial
§ Negatif
proposisi yang menyatakan bahawa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan.
Contoh:
o Semua harimau bukanlah singa
o Tidak ada seorang lelaki pun yang mengenakan rok
• Berdasarkan kuantitas
proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:
§ Umum
Predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjek.
Contoh:
o Semua gajah bukanlah kera
o Tidak seekor gajah pun adalah kera
§ Khusus
predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.
Contoh:
o Sebagian mahasiswa gemar olahraga
o Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi

III. Definisi inferensi
tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference dipelajari dalam bidang logika. Inferensi manusia (yaitu bagaimana manusia menarik kesimpulan) secara tradisional dipelajari dalam bidang psikologi kognitif, kecerdasan buatan para peneliti mengembangkan sistem inferensi otomatis untuk meniru inferensi manusia.inferensi statistik memungkinkan untuk kesimpulan dari data kuantitatif.
Contoh inferensi :
Inkoherensi
tidak ada definisi inferensi deduktif telah ditawarkan. definisi yang ditawarkan adalah untuk inferensi INDUKTIF.
Filsuf Yunani didefinisikan sejumlah silogisme ,bagian tiga kesimpulan yang benar,yang dapat digunakan sebagai blok bangunan untuk penalaran yang lebih kompleks. Kita mulai dengan yang paling terkenal dari mereka semua:
• Semua manusia fana
• Socrates adalah seorang pria
Oleh karena itu, Sokrates adalah fana.
Pembaca dapat memeriksa bahwa tempat dan kesimpulan yang benar, tetapi Logika berkaitan dengan inferensi: apakah kebenaran kesimpulan mengikuti dari yang tempat?
Validitas kesimpulan tergantung pada bentuk kesimpulan. Artinya, kata “berlaku” tidak mengacu pada kebenaran atau kesimpulan tempat, melainkan dengan bentuk kesimpulan. Inferensi dapat berlaku bahkan jika bagian yang palsu, dan dapat tidak valid bahkan jika bagian-bagian yang benar. Tapi bentuk yang valid dengan premis-premis yang benar akan selalu memiliki kesimpulan yang benar.
Sebagai contoh, perhatikan bentuk berikut symbological trek:
• Semua apel biru.
• Pisang adalah apel.
Oleh karena itu, pisang berwarna biru.

IV. Definisi Implikasi
Implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Banyak dari kesimpulan sebagai hasil dari proses berpikir yang logis harus disusun dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tercakup dalam evidensi (=implikasi), dan kesimpulan yang masuk akal berdasarkan implikasi (=inferensi).
Implikasi dapat merujuk kepada:
• Dalam manajemen:
o Implikasi procedural meliputi tata analisis, pilihan representasi, peracanaan kerja dan formuasi kebijakan
o implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
• Dalam logika:
o Implikasi logis dalam logika matematika
o Kondisional material dalam falsafah logika
Jadi definis implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibtan atau keadaan terlibat.
Contoh : implikasi manusi sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentinganya.

V. Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran.
Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya.
Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan).
Kita mungkin mengartikannya sebagai “cara bagaimana kenyataan hadir” atau perwujudan dari ada bagi akal”. Misal Mr.A mengatakan “Dengan pasti ada 301.614 ikan di bengawan solo”, apa komentar kita ? Tentu saja kita tidak hanya mengangguk dan mengatakan “fakta yang menarik”. Kita akan mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian.
Tentu saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai “kepastian”, Tentu saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam persetujuan terhadap pernyataan tersebut.
Sebaliknya, kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, “Ada tiga jendela di dalam ruang ini,” persetujuan atau ketidak setujuan saya segera jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah didapatkan.
Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.

VI. Cara menguji Data, Fakta, dan Autoritas
a) Cara menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut :
§ Observasi
§ Kesaksian
§ Autoritas

b) Cara menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang diperoleh adalah fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut ada dua tingkat. Yang pertama untuk meyakinkan bahwa semua bahan data tersebut adalah fakta. Yang kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
Cara menguji fakta ada dua yaitu :
§ Konsistensi
§ Koheresi

c) Cara menguji Autoritas
Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :

§ Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

§ Pengalaman dan pendidikan autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasilpenelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

§ Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.\

§ Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.

Sumber :

Minggu, 12 Oktober 2014

aku



Profilku
                Bramandika kusuma wijaya adalah nama lengkap ku, aku adalah anak kedua dari dua bersaudara dari keluarga bapak Haryadi. Kakak ku bernama ayu melia wijaya, dan ibu ku bernama Kusmiati. kami adalah keluarga kecil yang sangat demokratis, segala sesuatu harus di musyawarahkan terlebih dari, mulai dari hal kecil sampai hal besar sekali pun.
                Dulu aku tinggal didaerah Jakarta timur hingga pada tahun 2000 kami memutuskan pindah rumah ke daerah Bekasi, waktu itu aku duduk di kelas 1 sd caturwulan ketiga, dulu sistem pendidikan indonesia masih menggunakan caturwulan, sedangkan sekarang menggunakan sistem semester. aku di sambut dengan teman-teman kelas dengan antusias, karena aku anak pindahan dari Jakarta. mereka sangat ramah padaku hingga menginjak bangku kelas enam dan lulus ujian nasional dengan nilai yang lumayan bagus. Setelah lulus di bangku SD, aku pun melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) di salah satu SMP bonafit.
                Hari pertama masuk sekolah, aku hanyalah anak ingusan yang mudah sekali di Bully oleh teman-teman kelas ku. namun aku tidak putus asa, hingga akhirnya aku tertarik akan ekskul basket di sekolah ku. kelas tujuh adalah debut pertama ku di karir basket SMP ku, dan pada kelas delapan semester satu aku sudah masuk dalam daftar tim inti basket sekolah ku, dan mewakili sekolah ku di kejuaraan besar tingkat kabupaten Bekasi. namun karena ketatnya persaingan antar seklah yang sangat ketat, sekolah ku hanya mampu sampai babak semifinal dan gagal menjadi juara satu. setelah itu aku dan teman-teman tim ku berlatih sungguh-sungguh hingga kami lulus dan menghadiahkan sekolah kami sebuah piala paling bergengsi di kabupaten Bekasi. ujian nasional pun telah selesai dan aku lulus dengan nilai yang sanyat memuaskan.
                Masa SMA pun telah tiba, masa dimana siklus hidup sebagai seorang ABG di lalui, masa dimana aku mengenal cinta, persahabatan, dan persaudaraan. aku tetap masuk dalam eskul basket sekolah, dan itu membuatku banyak di kenal oleh teman-teman sekolah yang bahkan aku tidak kenal. Semuanya sangatlah indah sampai waktu memisahkan semuanya. sahabat-sahabatku, akan pasti akan meneruskan pendidikan mereka di perguruan tinggi. Dan aku pun begitu, aku meneruskan jenjang perguruan tinggi ku di Universitas Gunadarma.
                Dibangku perkuliahan, aku memiliki organisasi kampus yang hampir setiap bulannya memiliki jadwal yang segudang. dari pertama kali aku menyentuk dunia pendidikan hingga saat aku  memasuki perguruan tinggi, masa sibuk pun datang dan aku pun selalu di banjiri oleh jadwal yang sanagt tidak bisa di prediksi. Kadang aku harus ekstra menjaga kondisi agar semuanya kegiatan ku menjadi lancar. di dunia perkuliahan sering sekali kita menemui banyak kendala, dari mulai matakuliah yang sulit, hingga tugas kuliah yang terkadang membuat aku gundah gulana. namun itu lah dunia perkuliahan, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerimanya dengan lapangdada.

               

lovestore



Cerita Cinta
Siang yang sangat panas kota Bekasi membuat aku dan temanku Reno memutuskan untuk bersinggah sebentar di sebuah mall besar di dekat kampus. aku langsung membelokkan kendaraanku untuk memasuki mall tersebut. sesampainya disana kami langsung menuju  tempat yang sering kami datangi dan memesan minuman. Kami adalah teman dekat dan kami selalu berbagi cerita, mulai dari cerita tentang masalah dia dengan kekasihnya, sampai cerita tentang masalah pribadi kami berdua. aku belum memiliki pasangan waktu itu, jadi aku hanya mendengarkan dia bercerita saja seharian. sampai pada akhirnya dia bilang ” dik, kapan mau punya pacar ? “ aku hanya menjawab “ nanti, kalo udah ketemu yang pas “ Reno menjawab “ Dari sebulan yang lalu kayanya jawabannya hanya itu itu saja, memang tidak bosan sendiri terus ? sebentar lagi kan tahun baru, masa tahun baru sendirian terus ? ” dan saya pun hanya tersenyum saja.
                kami berbicara panjang sampai akhirnya waktu pun mengajak kami untuk kuliah dan kembali ke kampus, kami mendapatkan waktu kuliah sore hari dan kebetulan langit pun lumayan bersahabat, sudah tidak panas lagi melainkan berawan dan cenderung mendung, aku langsung saja pergi kekampus dengan terburu-buru karena khawatir akan hujan.
                Malam harinya, terpikir juga oleh ku akan pertanyaan reno tadi siang. Sudah setahun aku sendiri, padahal banyak wanita yang dekat dengan ku, tapi sampai saat ini belum terpikir oleh ku untuk menjadikan mereka pacar ku. Kesibukan ku akan kuliah dan basket membuatku tidak terpikir akan hal tersebut, itu lah alasan ku untuk tidak pacar sebelum menemukan yang pas.
                sampai pada suatu malam, aku merasa semua pekerjaanku telah selesai dan tidak ada jadwal latihan basket, sehingga bosan pun mendesak ku untuk mengecek kontak smartphone blackberry ku. Ada satu sosok yang asing bagiku, aku pun belum pernah mengenalnya, sampai ada inisiatif dari kepala ku untuk memulai obrolan via bbm (blackberry messanger), aku bertanya padanya “ itu foto kamu lagi di metro tv ya ? “ hanya kalimat tersebut yang aku lontarkan padanya. aku memang tidak memiliki skill untuk berkenalan dengan banyak wanita seperti reno, bisa di bilang aku lah yang paling payah dalam urusan tersebut.
                kami ngobrol via chat  bbm sampai malam dan kebetulan dia lagi di jalan jadi anggap saja aku sambil menemaninya sewaktu dia dijalan pulang. entah kapan akhirnya yang jelas aku tertidur di tengah obrolan menarik kami seputar dunia enterteiment. pagi harinya aku sempat lupa akan obrolan semalam, hingga teman ku Reno bertanya pada ku, “ gimana ? udah ketemu yang pas belum?” , aku terdiam sejenak dan berfikir, apakah Reno yang menaruh kontak wanita itu di ponsel ku ? masih tanda tanya memang, namun ya aku jawab saja sambil tersenyum“sepertinya akan ada yang pas buat ku nanti, bukan sekarang. “  Reno bertanya lagi “ kapan mau ketemu dengannya ? jangan lama – lama, nanti di ambil orang loh.” aku hanya senyum dan berkata “ nanti , tunggu saja tanggal mainnya, kami baru kenal no, dan masih jauh juga kan malam tahun baru? jadi liat saja nanti.”
                seiring berjalannya waktu aku pun merasa nyaman pada wanita ini, namun untuk malam tahun baru, sepertinya tidak untuk dia. Lama-lama kami menjadi dekat dan akhirnya aku dan dia sama – sama meliki perasaan yang sama, singkat memang, namun itulah yang terjadi sekarang. awal tahun 2014 tepatnya tanggal 12 januari 2014 adalah hari yang paling istimewa untuk kami berdua, karena pada saat itu, kami pun resmi menjadi sepasang kekasih. hingga saaat ini 12 oktober 2014 kami sudah 9 bulan pacaran. Hingga akhir kamu putus.